Kamis, 09 Juni 2016

A Thought

Seperti pagi-pagi yang pernah singgah dan berlalu
Datar tanpa pesan
Aku kembali duduk di sini
Menyesap secangkir kopi hangat tanpa kesan
Pahit yang meresap di setiap tetesan
Mengingatkanku akan kehidupan,
Yang tak selamanya menyuguhkan mentari
Bahkan hujan sering datang tanpa kau undang
Tapi semesta senantiasa menjanjikan pelangi
Bila kita sedikit bersabar dan tetap menanti
Lalu aku tersadar,
Segala lamunan kosong ini nampaknya punya arti
Ada banyak hal yang sepatutnya disyukuri
Daripada selalu kita sesali



-    May 26th, 2016.

Waktu

Aku berterima kasih pada waktu
Yang entah dengan cara bagaimana
Mengantarmu kembali
Ke muka pintu



-    June 6th, 2016.

It Was Always You

It was you who came to my dream that night
Brought back the memories lately I know I could never forget – about us, about all that been said and done, a little taste of happiness, and most about the scars you left.
It was you who convinced me, that I have loved you since day one – and all along.
It was you, and was always you.




-    June 9th, 2016.

Sebut Saja Ini Rindu

Kejengahan ini membuatku berpikir
Hujan di luar sana memaksaku jadi puitis
Aku seolah berlari di jalan-jalan yang tak kukenal
Tak berujung dan jauh dari rumah
Aku ingin pulang,
pada hijau rumput di halaman dan hangat canda tawa di ruangan
Aku ingin pulang,
pada kertas-kertas yang tertidur pulas
terlalu lama terabaikan dan perlahan kehilangan nyawa.

-Juni, 9th 2016.

Selasa, 07 Juni 2016

Kembali

Aku berterima kasih pada waktu,
yang entah dengan cara bagaimana
mengantarmu kembali
ke muka pintu.


- Juni 6, 2016.

Jumat, 04 Desember 2015

Dongeng Hari Jumat

Masih terjaga aku. Memintal cerita-cerita hari ini.
Senang juga menghabiskan hampir delapan jam dengan dia.
Aku tertawa sendiri membayangkan pertaruhan tadi.
Aku yang menang dan dibelikan buku yang kuinginkan.
Oh, dan di toko buku tadi, aku mencatat alamat penerbit.
Kukatakan padanya ingin kukirim naskahku nanti.
Dia terkejut melihat keseriusanku, tapi sedetik kemudian, dia minta aku mengirimkan kepadanya dulu-kalau sudah rampung.
Aku mencibirnya, tahu betul aku, dia tidak suka membaca roman-roman remaja.
Tapi, sungguh, kuhargai dukungannya.
Dan malam ini aku menulis lagi.
Dengan hasrat yang lebih dalam, dan semangat yang dia pinjamkan.

Kamis, 03 Desember 2015

Cinta Punya Cerita

Untuk apa ada cinta jika kita harus terluka?
Pertanyaan ini sempat menggelitik benakku. Membuatku seolah mengkaji lagi, benarkah cinta yang membuat kita terluka?
Well, let's this opinion be just an opinion.
Setiap orang tentunya punya persepsi berbeda tentang cinta.
Coba ceritakan, apa yang pertama terlintas bila mendengar kata cinta? Biar kutebak, tentu kisah pangeran dan putri kerajaan yang berakhir bahagia, bukan?
Ya, selama ini kita seperti disuapi oleh cerita-cerita indah yang penuh omong kosong.
Life isn't a fairytale. Dan kita meyakinkan diri untuk percaya bahwa semuanya seindah yang ada dalam dongeng-dongeng pengantar tidur.
Jadi, mari kita luruskan.
Setiap cinta punya ceritanya sendiri. Dan setiap cinta memungkinkan kita untuk terluka.
Apa cinta yang salah? Tidak ada yang salah dalam cinta.

Loving you is like being ten years old again, scaling a tree with my eyes bright and skyward, wanting only to get higher and higher, without a thought of how I would get back down. - Lang Leav

Kutipan di atas mengingatkan lagi. Saat kita mencintai seseorang, kita selalu berusaha memberikan lebih dan lebih. Sedikit pun kita tak pernah sadar, kita juga harus bersiap untuk jatuh, kecewa, dan terluka. Terkadang dalam mencintai, kita terlalu egois. Berpegang teguh pada ekspektasi-ekspektasi yang ada di kepala tanpa mempedulikan sisi-sisi yang lainnya.
Percayalah, kita terluka bukan karena cinta, tetapi karena harapan-harapan yang mungkin tak terealisasikan.
Namun, jangan takut terluka. Ingatkah ketika kita pertama kali belajar berjalan? Berapa kali kita jatuh sampai akhirnya mampu berjalan?
Sama saja dengan cinta. Beberapa kali kita akan terluka, sampai kita dapat benar-benar memahami cinta dan mencintai dengan cara yang benar.

This is just some kind of trouble-sleeping woman's thought. Don't take it too hard.