Kamis, 03 Desember 2015

Cinta Punya Cerita

Untuk apa ada cinta jika kita harus terluka?
Pertanyaan ini sempat menggelitik benakku. Membuatku seolah mengkaji lagi, benarkah cinta yang membuat kita terluka?
Well, let's this opinion be just an opinion.
Setiap orang tentunya punya persepsi berbeda tentang cinta.
Coba ceritakan, apa yang pertama terlintas bila mendengar kata cinta? Biar kutebak, tentu kisah pangeran dan putri kerajaan yang berakhir bahagia, bukan?
Ya, selama ini kita seperti disuapi oleh cerita-cerita indah yang penuh omong kosong.
Life isn't a fairytale. Dan kita meyakinkan diri untuk percaya bahwa semuanya seindah yang ada dalam dongeng-dongeng pengantar tidur.
Jadi, mari kita luruskan.
Setiap cinta punya ceritanya sendiri. Dan setiap cinta memungkinkan kita untuk terluka.
Apa cinta yang salah? Tidak ada yang salah dalam cinta.

Loving you is like being ten years old again, scaling a tree with my eyes bright and skyward, wanting only to get higher and higher, without a thought of how I would get back down. - Lang Leav

Kutipan di atas mengingatkan lagi. Saat kita mencintai seseorang, kita selalu berusaha memberikan lebih dan lebih. Sedikit pun kita tak pernah sadar, kita juga harus bersiap untuk jatuh, kecewa, dan terluka. Terkadang dalam mencintai, kita terlalu egois. Berpegang teguh pada ekspektasi-ekspektasi yang ada di kepala tanpa mempedulikan sisi-sisi yang lainnya.
Percayalah, kita terluka bukan karena cinta, tetapi karena harapan-harapan yang mungkin tak terealisasikan.
Namun, jangan takut terluka. Ingatkah ketika kita pertama kali belajar berjalan? Berapa kali kita jatuh sampai akhirnya mampu berjalan?
Sama saja dengan cinta. Beberapa kali kita akan terluka, sampai kita dapat benar-benar memahami cinta dan mencintai dengan cara yang benar.

This is just some kind of trouble-sleeping woman's thought. Don't take it too hard.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar