Kamis, 03 Desember 2015

Kubilang Dunia Tidak Waras

Dan kembali, malam ini aku tak mampu terlelap.
Terlalu sibuk berkutat pada pikir yang entah kapan akan menguap.
Beribu tanda tanya coba aku pecahkan. Namun kutemukan bayangku sendiri terperangkap dalam gelap. Ini semua jebakan. Tak ada jalan keluar.
Sukmaku berteriak minta tolong, tapi tak lebih seperti suara melolong.
Ah, dinding ini terlalu beku untuk kuajak ngomong.
Jadi, mari kita pikirkan tentang angan-angan kosong.
Dunia ini seperti sedang berbohong, menjual kenikmatan yang segenap umat manusia berlomba hanya untuk sekedar mencicipinya.
Kenapa kita dipaksa hidup pada suatu takaran kebahagiaan yang diciptakan oleh kemunafikan?
Lihat, orang-orang di sana berebut kuasa. Untuk apa? Hanya untuk sebongkah kehormatan yang penuh dengan kepalsuan.
Padahal, untuk sampai pada titik yang mereka agungkan, terlalu banyak yang dipertaruhkan.
Ah, aku heran. Dunia ini penuh ketidakwarasan.
Kalau semua dinilai dengan materi, apakah kita benar-benar bahagia?
Tidak! Semuanya itu semu. Sudah kubilang, kita semua tengah tertipu pada pesona yang dibangun oleh keangkuhan. Dan bodohnya, kita terlalu berbangga akan hal itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar